Menjelajahi Konsep Pembelajaran Mendalam
Sebuah pendekatan interaktif untuk memahami bagaimana kita dapat menciptakan pendidikan bermutu untuk semua.
Mengapa Ini Penting?
Pendidikan Indonesia menghadapi tantangan dalam mempersiapkan generasi untuk masa depan yang tak pasti. Salah satu buktinya adalah performa pada tes PISA.
Hasil PISA 2022: Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Masih Rendah
Grafik ini menunjukkan mayoritas murid Indonesia masih berada pada level kemampuan berpikir dasar (LOTS). **Pembelajaran Mendalam** bertujuan untuk mengatasi kesenjangan ini dengan melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis.
Apa Itu Pembelajaran Mendalam?
Ini adalah pendekatan holistik yang memadukan empat pilar utama. Klik setiap pilar untuk melihat penjelasannya.
Olah Pikir
Olah Hati
Olah Rasa
Olah Raga
Pilih salah satu pilar di atas untuk memulai.
Bagaimana Cara Kerjanya?
🎯 Dimensi Profil Lulusan
Ini adalah delapan kompetensi utama yang menjadi tujuan akhir dari Pembelajaran Mendalam.
💡 Prinsip Pembelajaran
Tiga prinsip ini menjadi fondasi dalam menciptakan suasana belajar yang efektif.
- Berkesadaran: Peserta didik termotivasi secara intrinsik dan mampu meregulasi diri.
- Bermakna: Peserta didik merasakan relevansi dari apa yang dipelajari dan mampu menerapkannya.
- Menggembirakan: Suasana belajar yang positif, menantang, dan memotivasi.
🚀 Pengalaman Belajar Bertahap
Proses belajar dirancang secara bertahap untuk mencapai pemahaman yang utuh.
Memahami
Peserta didik secara aktif mengkonstruksi pengetahuan esensial.
Mengaplikasi
Menerapkan pengetahuan dalam situasi kontekstual dan nyata.
Merefleksi
Mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil belajar secara mandiri.
🛠️ Kerangka Kerja Desain Pembelajaran
Empat panduan sistematis yang digunakan guru untuk merancang pembelajaran.
- Praktik Pedagogis: Metode mengajar yang inovatif dan berpusat pada siswa.
- Kemitraan Pembelajaran: Kolaborasi dengan orang tua, komunitas, dan profesional.
- Lingkungan Pembelajaran: Menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan mendukung.
- Pemanfaatan Digital: Menggunakan teknologi untuk efisiensi dan efektivitas.
Bagaimana Peran Guru Berubah?
Aktivator
Menstimulasi, memotivasi, dan memberikan umpan balik konstruktif untuk mendorong peserta didik mencapai potensi maksimalnya.
Kolaborator
Membangun kemitraan yang kuat dengan peserta didik, rekan sejawat, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem belajar yang solid.
Pengembang Budaya
Menciptakan lingkungan yang memberikan kepercayaan dan kesempatan bagi peserta didik untuk berkreasi, berinovasi, dan mengambil risiko.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.