Bekali Tenaga Pendidik, SMA Unggulan BPPT Al Fattah Gelar Desiminasi Pemanfaatan AI
LAMONGAN – SMA Unggulan BPPT Al Fattah Lamongan menyelenggarakan desiminasi dengan tajuk "AI UNTUK GURU" sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi Kecerdasan Artifisial (AI) di dunia pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan pemahaman dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan AI guna menunjang proses belajar mengajar.
Kegiatan yang berlangsung antusias ini dipandu oleh Ahmad Isro'il, M.Pd. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kehadiran AI bukanlah untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk memberdayakan mereka.
"Lupakan robot rumit. Anggap saja AI adalah Asisten Digital Super Cerdas yang bisa Anda perintah," ujar Ahmad Isro'il saat membuka sesi materi. "AI hadir untuk meringankan tugas administratif dan inspirasi, bukan menggantikan peran esensial Anda sebagai pendidik."
Dalam desiminasi tersebut, dijelaskan tiga peran utama AI yang dapat dimanfaatkan guru di kelas. Pertama, sebagai "Penulis Cepat" untuk membantu membuat draf RPP, soal ulangan, atau email. Kedua, sebagai "Desainer Instan" untuk mengubah teks menjadi slide presentasi atau membuat gambar ilustrasi. Ketiga, sebagai "Pemberi Ide Kreatif" untuk curah gagasan proyek kelas.
Para guru juga diajak melihat langsung contoh praktis penerapan AI dalam tugas sehari-hari, seperti penyiapan perangkat ajar (RPP, modul), pembuatan media visual (diagram, ilustrasi), hingga proses penilaian (menyusun soal beserta rubrik).
Lebih lanjut, Ahmad Isro'il menjelaskan bahwa kunci sukses penggunaan AI terletak pada "Seni Memberi Perintah" atau prompt. Ia memperkenalkan kerangka P-K-T-F (Peran, Konteks, Tugas, Format) untuk membantu guru memberikan perintah yang efektif dan terstruktur.
"Kualitas hasil yang diberikan AI sangat bergantung pada kualitas perintah yang kita berikan," tegasnya.
Meski demikian, para guru juga diingatkan untuk tetap waspada dan bijaksana. Pemateri menyoroti adanya "risiko halusinasi", di mana AI terkadang menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan namun faktanya salah, serta risiko kehilangan sentuhan personal guru jika materi sepenuhnya dibuat oleh AI.
"Guru adalah sutradaranya, dan AI adalah asisten sutradara yang setia. Peran guru sebagai kurator dan editor tetap yang utama," tutupnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi praktik langsung, di mana para guru mencoba menyusun draf RPP menggunakan teknik prompt yang telah dipelajari. Diharapkan, bekal dari desiminasi ini dapat membantu pendidik di SMA Unggulan BPPT Al Fattah bekerja lebih efisien dan efektif.


No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.